Mulai Musim Depan, Premier League Gunakan Ketentuan Head-to-Head

London – Beberapa pergantian terus dikerjakan otoritas Premier League. Mulai musim 2019/2020, ketentuan head-to-head akan diresmikan.

Premier League sampai kini menggunakan ketentuan beda gol bila ada dua team yang punyai point sama. Tetapi bila beda gol sama, karena itu baru turun ke jumlahnya gol yang diciptakan, apabila sama pula maka dikerjakan playoff.

Dengan ketentuan itu, Premier League dapat membuat persaingan yang hebat serta menegangkan di tiap pekannya. Tiap team akan berlomba-lomba cetak gol sebanyaknya supaya bisa menjadi juara. Terakhir kali skema ini digunakan untuk memastikan titel juara ialah pada musim 2011/2012.

Waktu itu Manchester City menjadi juara selesai menaklukkan Manchester United dalam soal beda gol, sesudah kedua-duanya punyai point sama di minggu paling akhir. Tetapi, ada ketentuan baru bila keadaan itu terbentuk musim depan.

Seperti diambil situs sah Premier League, akan diresmikan skema head-to-head ke penetapan klassemen baik itu juara, zone Liga Champions, Liga Europa, dan promosi-degradasi. Hal tersebut telah dikerjakan di LaLiga serta Serie A.

Tetapi perbedaannya, Premier League baru memperlakukan head-to-head (cari pemilik point paling banyak dalam 2x pertemuan) bila tiga ketentuan pertama sama semua, yaitu point, beda gol, serta jumlahnya gol yang diciptakan. Ketentuan gol tandang digunakan jika ke-2 team punyai rekor sama.

Bila belum juga didapati siapa pemenangnya, karena itu baru dikerjakan playoff dalam tempat netral. Semuanya yang tersangkut waktu, format, serta venue akan dipastikan oleh otoritas Premier League.

Tidak hanya head-to-head, Premier League musim depan memulai menggunakan VAR serta merubah beberapa ketentuan basic seperti penalti dan offside.

===

Bila ke-2 team punyai point sama, tanda-tanda penetapan klassemen Premier League mulai musim 2019/2020 seperti berikut:

1.) Beda gol

2.) Jumlahnya gol

3.) Head-to-head (agregat gol tandang)

4.) Playoff