Banyak yang Wafat, Dokter Anjurkan Prasyarat Sehat buat Petugas KPPS

Jakarta – Banyak daerah memberikan laporan wafatnya petugas Grup Panitia Pengambilan Nada (KPPS) serta human error yang menyebabkan perhitungan serta pengambilan suara lagi. Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Kampus Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam, petugas alami kecapekan yang menyebabkan sakit serta human error.

Prof Ari merekomendasikan pemerintah memerhatikan kesehatan waktu pilih petugas KPPS. Prasyarat diimbangi usaha melakukan perbaikan lingkungan kerja KPPS agar sudah sempat istirahat serta dapat konsentrasi mengkalkulasi nada.

“Saya pikir cukuplah surat info sehat dari dokter. Yang penting ialah harus tetap memerhatikan jam kerja sesehat apa pun jika kerja semacam itu akan membuat mereka roboh,” kata Prof Ari, Minggu (21/4/2019).

Baca Juga : Jokowi 49,7% Prabowo 50,2%

Prof Ari sudah sempat menjelaskan, seorang biasanya dapat kerja optimal saat 8 jam /hari. Waktu kerja dapat diselingi istirahat untuk kembalikan konsentrasi serta menghilangkan kantuk. Prof Ari memberikan contoh dokter yang cuma dapat lakukan operasi saat 4-5 jam /hari sebelum ubah giliran (shift) untuk mengawasi konsentrasi serta stamina.

Manfaat istirahat tidak dapat ditukar doping yang umumnya memiliki kandungan cafein pada minuman tambah energi. Doping yang tingkatkan kerja jantung serta desakan darah cuma dapat mengawasi konsentrasi dalam sekejap. Doping beresiko mengganggu kesehatan pada petugas yang awal mulanya sakit hipertensi atau masalah jantung serta pembuluh darah.