KPU Lebih Jumlahnya Undangan Debat Ke lima

Bogor – Calon wakil presiden Sandiaga Uno tidak sama pendapat dengan Komisi Penentuan Umum (KPU) yang meningkatkan jumlahnya undangan peserta debat ke lima Pemilihan presiden 2019. Sandiaga masih minta ada penetapan jumlahnya undangan.

“Debat bukan untuk euforia simpatisan, tetapi untuk penduduk yang belum dapat memastikan pilihan. Jika dapat, diundang itu malah dikit saja konsentrasi ke yang ada di dalam rumah (pemirsa tv),” kata Sandiaga di Taman Buah Mekarsari, Bogor, Rabu (3/4/2019).

Sandiaga tidak ingin ada kericuhan dari simpatisan waktu acara debat berjalan. Kericuhan cuma mengganggu pemaparan oleh pasangan calon.

“Sebab ingin acara teratur, jangan pernah ada masalah kembali, mengganggu konsentrasi, mengganggu kelancaran itu,” kata Sandiaga.

Awal mulanya, KPU akan meningkatkan undangan buat TKN Jokowi-Ma’ruf serta BPN Prabowo-Sandiaga. Dalam debat lantas, setiap tim mendapatkan jatah 100 undangan, serta nanti akan ditambah 50 kembali.

Baca Juga : AKP Sulman Cabut Pengakuan, Sandiaga Tidak Ingin Suuzan

“Ditetapkan dalam rapat, keseluruhnya tamu undangan sejumlah 500 orang. Undangan akan terdiri untuk TKN 01 sejumlah 150, BPN 02 sejumlah 150, serta undangan KPU 200. Jadi keseluruhan 500,” kata komisioner KPU Wahyu Setiawan, Selasa (2/4).

Wahyu menjelaskan, awal mulanya, undangan untuk simpatisan dikurangi sebab terdapatnya kerusuhan dalam ruang debat. Tetapi, menurut dia, undangan ini kembali ditambah sebab dalam debat awal mulanya semasing simpatisan terdaftar condong teratur.

“Di debat ke-2, undangan TKN-BPN memang kita kurangi sebab ada kerusuhan. Tapi pada saat debat ke-3 serta ke empat, kita lihat ada pergantian yang berarti,” kata Wahyu.