Ikuti Acara PDIP, Anggota Bawaslu Tegal Disanksi Peringatan Keras

Jakarta – Anggota Bawaslu Kabupaten Tegal, Harpendi Dwi Pratiwi, dijatuhi sangsi peringatan keras paling akhir. Dia dipandang melanggar etik yakni hadir acara PDIP.

“Teradu (Harpendi) dengan sadar serta tiada desakan ikuti prosesi pelantikan BAPILU DPC PDIP Kabupaten Tegal,” dalam putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang dikutip situsnya, Selasa (12/3/2019).

Diluar itu, Harpendi ikuti pekerjaan Apel Siaga PDI Perjuangan Kabupaten Tegal tanggal 5 Februari 2017. Harpendi pun mengaku dianya hadir acara Apel Siaga DPC PDIP serta mengatakan ikrar ‘Setia Megawati, Setia NKRI’.

“DKPP memiliki pendapat jika ikrar yang dikerjakan Teradu dengan sadar serta tanpa desakan mempunyai konsekuensi norma serta hukum. Esensi pemungutan ikrar mempunyai arti yang mengikat ke serta ke luar dan berimplikasi pada independensi serta keyakinan publik pada penyelenggara Pemilu,” tutur DKPP.

Ikrar ‘Setia Megawati, Setia NKRI’ bisa mereduksi kemandirian Teradu dalam melakukan tingkatan Pemilu. Fakta Teradu ikuti pekerjaan PDI Perjuangan sebelum jadi penyelenggara Pemilu tidak bisa dibetulkan menurut norma.

Baca Juga : TKN Meminta Relawan Sapu Bersih Fitnah Untuk Kepopuleran Jokowi

Harpendi dipandang dapat dibuktikan melanggar ketetapan Masalah 8 huruf a, Masalah 9 huruf a, serta Masalah 15 huruf a Ketentuan DKPP Nomer 2 Tahun 2017 mengenai Kode Etik serta Dasar Tingkah laku Penyelenggara Pemilu.

“Akan memutuskan. Menyetujui pengaduan Pengadu untuk beberapa. Menjatuhkan sangsi Peringatan Keras Paling akhir pada Teradu Harpendi Dwi Pratiwi sebagai Anggota Bawaslu Kabupaten Tegal semenjak Putusan ini dibacakan,” kata majelis.

Putusan itu tidak bundar. Anggota DKPP Ida Budhiati memandang Harpendi semestinya diberhentikan masih.